Masyarakat Anarkis

Anarki.

Karena di satu tayangan TV, kata tersebut muncul kembali, saya jadi gatel-gatel lagi.

Hmmm…… waktu awal-awal mendengarnya dalam konteks kerusuhan dan kekerasan, saya merasa agak gatal mau protes karena saya pikir peggunaannya tidak tepat. Saat menyinggungnya ke seorang pakar, saya tambah bingung kok beliau juga menggunakan kata tersebut pada konteks sama.

Saya nge-google, semuanya —belum saya lihat semua sih, hanya sampai halaman ke-3 hasil googlimg— menaruh “berbuat anarkis” untuk menunjuk “berbuat kekerasan” (exercise of violence). Padahal setahu saya, anarki seharusnya bukan itu.

Ada beberapa penjelasan tentang Anarki dan

[…] Anarchists are those who advocate the absence of the state, arguing that common sense would allow for people to come together in agreement to form a functional society allowing for the participants to freely develop their own sense of morality, ethics or principled behaviour. […]

Ya, saya bisa mengira mengapa anarki dimaknai berbuat kekerasan:

[…] The word “anarchy” is often used by non-anarchists as a pejorative term, intended to connote a lack of control and a negatively chaotic environment. […]

Anarki sebagai the absence of government/law menghasilkan chaos yang menghasilkan kekerasan.

 

Tapi… itu loncatan yang terlalu jauh, deh.

 

[…] The generalization that anarchy in the sense of a lack of government leads to anarchy in the sense of violent chaos may seem banal, but it is often over-looked in today’s still-romantic climate.” (Steven Pinker yang dikutip wikipedia)

Tampaknya, yang dimaksud dalam pemberitaan tentang “perilaku kekerasan” tersebut adalah omniarchy:

[…] A state, free from coercive authority of any kind, is the goal of proponents of the political philosophy of anarchism (anarchists). Anarchy is distinct from omniarchy, a chaotic situation in which all rule over all, in the sense that anyone can commit aggression against any other person.

(cetak tebal oleh noe2l)

Nah….. Jadi apa “masyarakat anarki”?

Kalau melihat definisi anarki, ya, tampaknya masyarakat kita memang menuju anarki: kebebasan tanpa batas (atas nama HAM).

Apakah itu baik atau buruk?

 

 

Jadi ingin nulis tentang Joker nih. Hmm…..

Advertisements

3 Comments

Add yours →

  1. yeah thanks sebab kau describekan makna anarki

    Like

  2. ada petikan menarik dari albert camus, terkait kebebasan tanpa batas yang kamu bilang di tambah lagi kok aneh ya atas nama HAM

    “Menjadi manusia bebas tidaklah semudah anggapan kebanyakan orang. Sesungguhnya, satu-
    satunya orang yang menganggap hal itu mudah justru adalah mereka yang menyangkal
    kebebasan itu sendiri. Kebebasan ditolak bukan karena hak-hak istimewanya, seperti yang
    banyak diduga orang, melainkan karena kewajiban-kewajibannya yang melelahkan.”
    – Menghormati Sebuah Pengasingan, Albert Camus

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: